Jumat, 13 Juni 2014
tugas fonologi
Pengertianlangue, Parole, langage, linguistic teoritis, dan terapan
tugas 4
Dalam konsep Saussure, trio Langage-langue-parole dipergunakan untuk menegaskan objek kajian linguistiknya. fenomena bahasa secara umum disebutnya langage, dimana langue memiliki segi individual dan segi sosial, sedangkan langue dan parole merupakan bagian dari langage yang memiliki kedua aspek yang ada dalam langage tersebut. Dilihat secara keseluruhan, langage adalah multi bentuk, heteroklit dan psikis, langage menjadi bagian, baik dari bidang individu maupun dari bidang sosial dan tidak dapat diklasifikasikan dalam kategori fakta kemanusiaan mana pun karena tidak dapat menonjolkan keutuhannya.
Langue
Langue adalah bahasa sebagai objek sosial yang murni, dan dengan demikian keberadaannya terletak di luar individu, yakni sebagai seperangkat konvensi-konvensi sistemik yang berperan penting di dalam komunikasi. Langue adalah bagian sosial dari langage, berada di luar individu, yang secara mandiri tidak mungkin menciptakan maupun mengubahnya. Langue hanya hadir sebagai sebuah kontrak di masa lalu di antara para anggota masyarakat. disamping sebagai institusi sosial, langue juga berfungsi sebagai sistem nilai. Bagi Saussure, langue adalah suatu sistem tanda yang mengungkapkan gagasan. untuk menjelaskan langue sebagai suatu sistem, ia mengemukakan suatu perbandingan bahasa sebagai langue dapat dikomparasikan dengan main catur. Dalam Filsafat Barat XX, jilid II Perancis, K. Bertens mengemukakan sebagai berikut:
“Asal-muasal permainan catur tidak relevan untuk memahami permainan itu sendiri. juga dari bahan apa buah catur dibikin, dalam artian ia tidak menyumbang sesuatupun untuk pengertiannya. Permainan catur merupakan suatu sistem relasi-relasi di mana setiap buah catur mempunyai fungsinya. dan sistem itu dikonstituir oleh aturan-aturannya. Menambah atau mengurangi jumlah buah catur berarti mengubah sistem secara esensial. Atau mengubah aturan untuk menggerakkan kuda umpamanya berarti mengubah seluruh sistem. Demikianpun bahasa. Bahasa itu bukan substansi, melainkan bentuk saja, kata Saussure (Le langage ne’est pas une substance mais use forme).”
Parole
Kebalikan dengan langue, parole merupakan bagian dari bahasa yang sepenuhnya individual. parole dapat dipandang, pertama, sabagai kombinasi yang memungkinkan penutur mampu menggunakan kode bahasa untuk mengungkapkan pikiran pribadinya. Di samping itu, kedua, parole pun dapat dipandang sebagai mekanisme psiko-fisik yang memungkinkan penutur penampilkan kombinasi tersebut. Aspek kombinatif ini mengimplikasikan bahwa parole tersusun dari tanda-tanda yang identik dan senantiasa berulang. karena adanya keberulangan inilah maka setiap tanda bisa menjadi elemen dari langue. Secara singkat dapat dikatakan bahwa parole merupakan penggunaan aktual bahasa sebagai tindakan individu-individu.
Dalam pengertian umum, langue adalah abstraksi dan artikulasi bahasa pada tingkat sosial budaya, sedangkan parole merupakan ekspresi bahasa pada tingkat individu dan setara dengan kalam. dengan demikian dapat dibedakan antara langue (yang histroris) dengan parole (yang a-historis).
Linguistik Teori
Linguistik teoritis, yaitu bidang linguistik yang mengkaji dan mengupas bahasa untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bahasa. Linguistik teoritis ada ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Linguistik yang bersifat umum biasanya disebut linguistik umum yang berusaha memahami ciri-ciri umum dari berbagai bahasa. Linguistik teoritis yang khusus berusaha menyelidiki ciri-ciri khusus dalam bahasa tertentu saja. Linguistik teoritis mencakup: linguistik deskriptif, linguistik historis komparatif. Pembagian ini dirinci satu persatu sebagi berikut:
1. linguistik teoritis adalah cabang llinguistik yang memusatkan perhatian pada teori umum dan metode-metode umum dalam penyelidikan bahasa;
2. linguistik deskriptif disebut juga linguistik sinkronis adalah bidang linguistik yang menyelidiki sistem bahasa pada waktu tertentu saja. Misalnya: bahasa Indonesia dewasa ini, bahasa Inggris yang dipakai oleh shakepeare, dan sebagainya tanpa memperhatikan perkembangannya dari waktu ke waktu. Cabang ini terbagi atas fonologi deskriptif, morfologi deskriptif, sintaksis deskriptif, leksikologi deskriptif. Fonologi meneliti tentang ciri-ciri bunyi dan fungsi bunyi. Morfologi menyelidiki tentang kata, unsur, dan proses pembentukannya, sintaksis menyelidiki satuan antara satuan-satuan itu. Morfologi dan sintaksis termasuk dalam tataran tata bahasa atau gramatika. Leksikologi menyangkut perbendaharaan kata atau leksikon; c) linguistik historis komparatif (diakronis) adalah linguistik yang mempelajari dan menyelidiki perkembangan bahasa dari satu masa ke masa lain, serta menyelidiki perbandingan satu bahsa dengan bahasa lain untuk menemukan bahasa purba atau bahasa proto sebagai bahasa induk bersama. LHK terbagi pula atas bidang (1) fonologi), (2) morfologi, (3) sintaksis, (4) leksikologi historis komparatif. Dinyatakan pula bahwa bahasa mempunyai aspek makna atau aspek semantis. Penyelidikan tentang aspek ini baik yang bersifat teoritis umum maupun yang bersifat deskriptif dan bersifat historis komparatif, disebut semantik. Bidang ini sering disebut semantik linguistik, untuk membedakannya dengan semantik filosofis, yakni cabang ilmu filsafat yang juga menyelidiki makna.
Lingustik Terapan
Linguistik Terapan (appllied linguistics) adalah pemanfaatan pengetahuan tentang alamiah bahasa yang dihasilkan oleh peneliti bahasa yang dipergunakan untuk meningkatkan keberhasilan tugas-tugas praktis yang menggunakan bahasa sebagai komponen inti. mencakup bidang: pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikologi, fonetik terapan, sosiolinguistik terapan, pembinaan bahasa internasional, pembinaan bahasa khusus, linguistik
medis, mekanolinguistik. Penjelasanya sebagi berikut:
a) pengajaran bahasa mencakup metode-metode pengajaran bahasa, ucapan bunyi-bunyi dengan
b) pelajaran bahasa, strategi, model, dan cara-cara pengajaran bahasa.
c) Penerjemahan, mencakup metode dan tehnik pengalihan amanat dari satu bahasa ke bahasa lain.
d) Leksikografi, mencakup metode dan tehnik penyusunan kamus.
e) Fonetik terapan, mencakup metode dan tehnik pengucapan bunyi-bunyi dengan tepat, misalnya untuk melatih orang yang gagap, untuk melatih pemain drama, dan sebagainya.
f) Sosiolinguistik terapan, mencakup pemanfaatan wawasan sosiolinguistik untuk keperluan praktis, seperti perencanaan bahasa, pembinaan bahasa, pemberantasan buta aksara, dan sebagainya.
g) Pembinaan bahasa Internasional, mencakup usaha untuk menciptakan komunikasi dan saling pengertian internasional dengan menyusun bahasa buatan seperti bahasa esperanto.
h) Pembinaan bahasa khusus, mencakup penyusunan istilah dan daya bahasa dalam bidang-bidang khusus, antara lain dalam militer, dalam dunia penerbangan, dalam dunia pelayaran.
i) Linguistik medis, membantu bidang patologi dalam hal penyembuhan cacat bahasa.
j) Grafologi, kajian linguistik tentang tulisan-tulisan.
k) Mekanolinguistik, mencakup penggunaan linguistik dalam bidang komputer dan usaha untuk membuat mesin penerjemah, usaha pemanfaatan komputer dalam penyelidikan bahasa, misalnya dalam penyusunan konkordansi teks-teks, dalam perhitungan frekwensi kata-kata untuk perkamusan dan pengajran bahasa.
Bidang ini disebut juga linguistik komputasi. Kajian linguistik terapan merupakan salah satu bagian dari kajian linguistik interdisipliner. Kajian interdisipliner yang antara lain psikolinguistik, sosiolinguistik, etnolinguistik. Secara singkat penjelasannya sebagai berikut:
1. Filsafat bahasa adalah kajian yang mengupas kodrat dan kedudukan bahasa manusia dalam hubungannya dengan filsafat dan peranan melahirkan pemikiran filsafat;
2. Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan perilaku serta akal budi manusia atau ilmu interdisipliner linguistik dengan psikologi;
3. Etnolinguistik adalah cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyrakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan. Bidang ini disebut juga linguistik antropologi. Berdasarkan hubungan dengan faktor di luar bahasa objek kajiannya dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro Linguistik mikro mengarahkan kajian pada struktur internal atau struktur bahasa tertentu atau subsistem bahasa tertentu, maka dalam linguistik mikro terdapat pembidangan fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Ada juga yang menggabungkan morfologi dengan sintaksis menjadi morfosintaksis, dan menggabungkan morfologi dengan semantik dan leksikologi menjadi leksikosemantik. Namun, dalam makalah ini akan membahas mengenai fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, dan sejarah aliran linguistik. Kemudian, dalam kajian mikrolinguistiknya, yaitu sosiolinguistik, psikolinguistik, antropolinguistik, pragmatik, dan neurolinguistik.
Sumber:
a. Abdul Chaer. 1993. Linguistik Umum. Jakarta: Rieneka Cipta.
b. Abd. Syukur Ibrahim, dkk. 1985. Aliran-Aliran Linguistik. Surabaya. Usaha Nasional.
c. Albert Busch/Oliver Stenschke. 2007. Germanistische Linguistic. Tübingen. Gunter Narr Verlag.
d. Ferdinand de Saussure, 1973. Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.
e. Harro Gross. 1988. Einfuhrung in die Germanistische Linguistik. M ünchen. Ludicium Verlag.
f. J.V.M. Verhaar. 1999. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.
g. John Lyons. 1995. Pengantar Teori Linguitik. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.
h. Klaus Brinker. 1988. Grundlagen der Germanistik. Berlin. Erich Schmidt Verlag.
i. Samsuri. 1988.Berbagai Aliran Linguistik Abad XX. Jakarta. Departemen P dan K.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Akhmad Muzakki, Kontribusi Semiotika dalam Memahami Bahasa Agama, (Cet. I; UIN-Malang Press: Malang, 2007). Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa, (Cet. I; PT. Remaja Rosdakarya: Bandung, 2006). Rahayu S. HIdayat, Pengantar Linguistik Umum, terjemahan dari Course de Linguistique Generale oleh Ferdinand de Saussure, (Cet. III; Gadjah Mada University Press: Yogyakarta, 1996). K. Bertens, Filsafat Barat Abad XX, Jilid II Perancis, (Cet. I; Gramedia: Jakarta, 1985
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar